Disdag Makassar Revitalisasi Kerajinan Tenun Lontara

MAKASSAR – Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir mengungkapkan, saat ini tengah merevitalisasi kelestarian budaya kerajinan tenun lontara di Sulawesi Selatan.

Salah satu aset budaya yang dimiliki Provinsi Sulawesi Selatan, diantaranya karya tenun yang salah satunya terdapat di kota Makassar.

Dengan begitu, upaya pelestarian tenunpun di kota Makassar kembali digalakkan. Salah satunya melaksanakan kegiatan Pembinaan Industri Tenun dengan pesertanya masing-masing diambil perwakilan 15 kecamatan yang ada di kota Makassar.

“Ruhnya itu kita inigin mengembalikan lagi kejayaan tenun-tenun lontara yang pernah ada di Makassar,” kata Yasir  di Hotel Ramedo, Jalan Andi Djemma, Makassar, Senin (18/11/2019.

“Sehingga perlu kita melakukan pelatihan-pelatihan dengan harapan kerajinan-kerajinan tenun lontara khususnya yang berciri khaskan lontara Makassar dapat terpelihara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yasir menjelaskan, bahwa peserta yang ikut dikegiatan tersebut melalui tahapan seleksi oleh pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) kota Makassar.

“Pesertanya tidak mencomot langsung tapi melalui penyeleksian oleh Pengurus dewan kerajinan daerah kota makassar, agar outputnya bisa maksimal dan optimal,” terangnya.

Untuk pelaksanaannya pelatihan tersebut selama 24 hari kedepan, mengingat hal tersebut cukup rumit dan canggih.

“Mulai dari memintal benang, menyambung benang, menyiapkan pewarnaan, proses pencelupan, pemasakan, pengiringan, membuat sebuah motif, bagaimana dituangkan ke mesin tenun, bagaimana dioperasikan mesin tenun. Itu tidak gampang,” imbuhnya.

“Perkembangan tenun di Makassar, masih awal. Pelatihan ini diharapkan outputnya supaya ada bekal ketika balik ke kecamatan masing-masing dapat membuat kelompok-kelompok, lalu dibina dan diawasi oleh dinas perdagangan,” katanya.