Home / PERISTIWA / IBU MUDA DI JENEPONTO DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI DEPAN BAYINYA TULIS SURAT TUK SUAMI

IBU MUDA DI JENEPONTO DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI DEPAN BAYINYA TULIS SURAT TUK SUAMI

NEWSULSEL.com, MAKASSAR – Memilukan, entah apa masalah yang di alami seorang ibu rumah tangga (IRT) usia (20) di Jenepon Sulawesi Selatan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri depan bayinya, Senin 03 Feb 2020, sebelumnya Ia juga menulis surat tuk sang suami.

Jenazah Mega di temukan pertama kali oleh Nanna (kemanakannga) yang bergegas naik kerumah orang tantenya karena mendengar tagis bayi usia 8 bulan tak kunjung berhenti seakan meratapi kepergian ibunya tepat di hadapannya.

“Saat saya hendak melihat kenapa anaknya mega menangis terus, saya lihat Mega tergantung pake kerudung terlilit di lehernya di ruang tengah pas depan anaknya,” ungkapnya Kamis 06 Feb 2020.

Kepergian Megawati menyisahkan duka mendalam bagi keluarga, utamanya kepada Riswan (20) suaminya lantaran. sebelum gantung diri, Mega sempat video call dengan sang suami yang saat itu tengah menyetir mobil kanvas, masi di wilayah Kabupaten Jeneponto.

Lantas apa yang membuat Megawati nekat mengakhiri hidupnya, meninggalkan beberapa lembar surat tuk suamai yang Ia cintai dan putranya yang baru berusia sekitar delalan bulan…?

berukut beberapa ucapan yang tertuang dalam.surat yang ditujukan kepada sang suami menurut keluarga yang di perlihatkan pihak media Newsulsel yang menyambangi rumah duka di Jeneponto:

-Hari Pertama
“Suamiku, Maafkan aku
Aku sudah banyak membuatmu menderita, Aku wanita yang tidak tahu terima kasih.

Suamiku…
Maafkan aku, sering membuatmu menangis, kamu terluka olehku. Maafkan aku yang sudah hadir dalam hidupmu membawa luka untukmu. Maafkan aku…, maafkan aku…, maafkan aku…

Suamiku… andaikan kamu mau carilah wajita yang lebih baik, dari aku, aku ikhlas demi kebahagiaanmu. Maafkan aku, aku tidak bisa jadi istri yang baik buat kamu dan ibu buat anak kita.

-Hari kedua
Sakitnya dada dan air mataku pun jatuh berlinang. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, dan bagaimana lagi aku bicara yang sebenarnya.
Aku egois, aku pemarah, aku mudah menangis, aku cengeng. Aku istri yang tidak berguna.

Suamiku…
Apa yang sedang kamu pikirkan, dan siapa yang kamu sayang. Dan wanita siapa yang ada dalam hidupmu. Bicaralah…
Suamiku…

-Hari ketiga.
Suamiku…
Apa kamu bahagia punya anak, apa kamu bersyukur punya Wandi. Apa kamu sangat menginginkan kehadiran anak kita.
Apa kamu sangat sayang sama anak kita. Tapi kurasa tidak. Kamu tidak sayang sama Wandi, kenapa?
Coba lihatlah anakmu yang masih kecil, polos, lucu. Anakmu butuh perhatian. Butuh kasih sayang dari orangtuanya.

Lihatlah anakmu tataplah matanya, anakmu masih kecil tidak tahu apa-apa. Kamu tega. Apa kamu tidak merasakan sakit, dia anakmu, dia darah dagingmu. Sayangilah anakmu, cintailah anakmu, dia anakmu tetap anakmu.

Tulisan surat yang di perlihatkan dan beberapa lembar yang ada mirif tulisan almarhuma yang telah di makamkan sehari setelah jenazah korban.di temukan oleh keponakannya, yang memunculkan mesteri yang tak terungkap…(Wr/Ns.c).

Lp. Ladin
Editor. Andi PW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *