Home / HUKRIM / POLDA SULSEL UNGKAP PERDAGANGAN SENJATA API SERTA RATUSAN AMUNISI LIBATKAN IRT

POLDA SULSEL UNGKAP PERDAGANGAN SENJATA API SERTA RATUSAN AMUNISI LIBATKAN IRT

NEWSULLSEL.com, MAKASSAR – Tim Resmob Kepolisian Sulsel telah berhasil  menggagalkan perdagangan senjata api ( senpi ) rakitan ilegal dan ratusan amunisi yang hendak di kirim ke Jakarta melalui layanan kargo Bandata Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Selain menyita 21 pujuk senjata dan ratusan amunisi berbagai jenis, polisi menangkap 5 orang yang diduga terlibat dalam kasus perdagangan senjata yakni Asriyani (51), seorang pegawai negeri sipil (PNS), seorang tukang las bernama Chairil Anwar (39), seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Darmawati (42), dan Sahabuddin (45).

Kapolda Sulsel Mas Guntur Laupe, didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat memimpin langsung pengungkapan kasus perdagangan senjata dan amunisi Senin 17 Feb 2020, mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi dapat informasi ada benda-benda mencurigakan di Kargo Bandara hendak dikirim ke Jakarta.

Setelah anggota Resmob Sulsel tiba dan lakukan pemeriksaan paket terbungkus aluminium foil isinya cangkang revolver tipe khusus S&W, satu osthem schmidt PTB 100 H / rhoen Cal 6 mm MOD 5a, 4.5-mm MP-654 K Cal softgun gun T12009990, ruang senapan PCP dengan yang dapat disesuaikan, 3 botol teh hijau merek YANGTEA, 3 penguji teh hijau bermerek YANGTEA, 1 tas ikan asin kering, 1 truk pengiriman kantor pos nomor 135933244.

“ Majelis senpi dikirim melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia Indonesia dan dijadwalkan dikirim ke Jakarta pada Jumat 14 Feb 2020 pagi. Dari sana, polisi melakukan penyelidikan dan mengungkapkan pengirim paket yang berasal dari kabupaten Wajo,” jelas Mas Guntur Laupe.

Dari hasil pengembangan kasus di Wajo dan Maros Kapolda membeberkan tiga orang diantaranya warga Stasiun Jl. Desa Teddaopu, Kec Tempe, Kab Wajo, Sulawesi Selatan. anggota juga menangkap seorang karyawan swasta bernama Adel Ismawan (47) di Rusunawa, Marunda, Blok Baronang, nomor 207 lantai 2, Desa Marunda, Kec Cilincing, Jakarta Utara.

Ini barang bukti yang disita oleh polisi, menurut Mas Guntur Laupe: 2 senapan laras panjang, 12 senapan laras panjang, 1 senapan laras pendek, 3 senapan laras pendek, dan sebuah majalah. 136 butir amunisi 2,2 mm, amunisi 56 5,6 mm, amunisi 2,2 mm, 29 peluru amunisi kaliber 2,2 mm, amunisi amunisi 3,8 mm, 7 peluru, 1 peluru amunisi kaliber 9,9 mm, meriam senapan kaliber udara 6,35 mm, meriam senapan angin kaliber 44,5 mm, 1 botol peluru kaliber, 5 lembar plat aluminium, 2 batang aluminium, dan 6 lembar kertas / pola pendek disesuaikan.

3 silinder, 24 laras panjang / pendek / batang besi, 8 gagang pistol kayu, 2 granat tangan, 1 bor tangan, 1 set titik bor, 1 kursi duduk, 1 set , 1 seat drill, 1 barrel press, 1 stand drill stand, 1 (satu) barrel adjustable, 1 pompa tabung udara, 2 kotak peralatan / peralatan senjata api, 1 tas senjata api hitam, 1 kantong strip coklat coklat untuk menyesuaikan senapan panjang, 1 potong batu lengkap dengan sarungnya, 1 potong pipa plastik untuk pengiriman, ” paparnya…(Wr/Ns.c).

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *