Home / HUKRIM / POLISI DI GOWA DIMINTA AGAR TIDAK LAKUKAN PEMBIARAN PELAKU KEKERASAN ANAK DI TOMBOLO BEBAS

POLISI DI GOWA DIMINTA AGAR TIDAK LAKUKAN PEMBIARAN PELAKU KEKERASAN ANAK DI TOMBOLO BEBAS

NEWSULSEL.com, GOWA – Pihak keluarga korban kekerasan terhadap anak di Kelurahan Tombolo Kec, Somba Opu Kab Gowa, Desember tahun lalu menyayangkan sikap dan kebijakan Penyidik Polres Gowa yang menangani kasus laporan polisi nomor: STLP/505/XII/2019/SULSEL/RESGOWA/SPKT

Hal tersebut di ungkapkan pihak keluarga korban lantaran penyidik Polres Gowa tidak mengamankan Lia pelaku kekerasan Rangga, menurut ibu dan ayah korban pelaku hanya di kenakan wajib lapor, tanpa mempertimbankan dampak yang ditimbulkan termasuk tafsiran keliru terhadap polisi yang menanganj kasus tersebut.

“Apa memang begitu, ada perlakuan istimewa diberikan kepada pelaku penganiayaan anak oleh penyidik jika pelaku mampu mengupayakan agar tidak diamankan polisi,” kata Ibu dan bapak korban beberapa hari lalu kekeluarga yang dianggap paham soal ini.

kerudung merah pelaku kekerasan anak

Kasubag Humas Polres Gowa yang di konfirmasi terkait penanganan kasus ini mengatakan, “kekerasan anak tdk dapat dilakukan penahanan ditingkat penyidikan Krn ancaman hukuman dibawah 5 tahun dan bukan pasal pengecualian,” jelasnya tertulis via Whatsappnya Rabu 19 Feb 2020, malam.

Suherman Untung, keluarga korban yang ditempati mengadu ibu dan ayah Rangga terkait penanganan kasus yang dipercayakan ke Polres Gowa mengatakan, ” Jika penyidik tak ingin diduga keliru oleh masyarakat, mestinya penyidik itu mengedepankan pungsi tugasnya, sesuai Prometer Polri, agar tidak mencederai perasaan keluarga korban kekerasan anak yang di laporkan ,” ucapnya Rabu 19 Feb 2020.

Kepada pihak penyidik polres gowa yang di komandani AKBP Boy diberharap agar tidak lagi menunda pelimpahan berkas perkara kasus kekearasan terhadap anak dan pelakunya sebab ditingkat penyidikan polisi tak dapat melakukan penahanan karena ancaman hukuman dibawah 5 tahun.

Menurut Ibu dan Ayah korban yang mencari keadilan atas kasus dialami anaknya, tanggal 20 Feb 2020 besok batas waktu yang diberikan kepada pelaku penyidik akan limpahkan berkasnya kekejaksaan, tuturnya,

“Semoga apa yang disampaikan kepada ibu dan ayah korban benar berkas akan di limpahkan kekejaksaan, hingga pihak keluarga tidak menganggap penyidik dengan tafsiran keliru lagi, ujar pemimpin media ini yang hendak mengecek pelimpahan berkas di kejaksaan Gowa besok…(Wr/Ns.c).

Lp. Enal
Editor. Andi PW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *