Home / NASIONAL / JAJARAN POLDA SULSEL SITA 48.550 MASKER YANG DIJUAL DENGAN HARGA MELAMBUNG TINGGI

JAJARAN POLDA SULSEL SITA 48.550 MASKER YANG DIJUAL DENGAN HARGA MELAMBUNG TINGGI

NEWSULSEL.com, MAKASSAR – Tim Ditreskrimsus Polda Sulsel menyita 48.550 ribu lembar Masker yang dijual 10 Kali lipat dari harga normal di dua lokasi berbeda milik distributor resmi alat kesehatan PT Intraco Medikalindo Pratama di Makassar Sulawesi selatan Kamis 06 Maret 2020.

Menurut Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Arisandi mengatakan, operasi yang digelar jajaran Polda Sulsel lantaran terjadi kelangkaan masker dipasaran, sarana yang digunakan tuk mencegah penularan virus Corona.

“Total barang bukti amankan masker 48.550 lembar serta 131 jeriken cairan hand sanitizer,” jelas Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Arisandi ke wartawan di Mapolda Sulsel, Kamis kemarin.

Puluhan ribu lembar masker dan cairan pembersi kuman ini diamankan polisi di toko Intraco, Jl Gunung Latimojong Makassar dan di Jl Sumba Makassar. Kedua lokasi ini disebut polisi dimiliki oleh perusahaan yang sama.

Arisandi katakan pihaknya menemukan distributor inj menjual masker dengan harga 300-350 ribu per boks harga ini melambung tinggi sampai 10 kali lipat dari harga normal Rp 25-35 per boks, olehnya AW, pemilik Intraco, serta dua rekannya, JF dan CH juga dibawa ke Mapolda Sulsel untuk dimintai keterangan.

“Untuk patokan harga (mahal atau tidak) maka bisa kita lihat dari kepatutan harga sebelum terjadi kelangkaan,” ujar Arisandi.

Sementara pemilik PT Intraco, AW alias Andry Wong beralasan, perusahaannya memang menjual masker dengan harga Rp 350 ribu per boks. Namun Andry Wong membantah melambungkan harga.

“Binatang itu Pak, kalau melambungkan harga. Karena saya beli via online harganya itu memang Rp 240 ribu per boks, belum lagi harga ongkos kirimnya,” ujar Andry saat ditemui terpisah di Mapolda Sulsel.

“Dan harga pembelian itu kita lengkap buktinya, harganya memang mahal, notanya sudah kita serahkan ke pihak kepolisian,” sambung Andry.

Dia mengatakan, kelangkaan pasokan masker memang terjadi karena importir resmi dan pabrik lebih mengutamakan suplai masker ke rumah sakit. Akibatnya, perusahaan miliknya terpaksa membeli masker secara online dengan harga mahal.

“Mereka punya hak menjual kepada siapa, tapi kita minta pemerintah mengatur agar mereka juga menjual kepada kita-kita selaku distributor yang sudah lama,” katanya…(Wr/Ns.c).

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *