POLISI GAGALKAN PENGAMBILAN PAKSA JENAZAH “PP COVID-19” DI RSKD DADI, 3 ORG DI AMANKAN

NEWSULSEL.com, MAKASSAR – Upaya pengambilan paksa Pasien Positif Covif-19 oleh sejumlah keluarga almarhumah, di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar di gagalkan aparat keamanan. Tiga orang di duga provokator di amankan polisi.

Menurut sumber Newsulsel.com, menuturkan. Pasien Positif (PP) Covid-19, Hj. Norma (52) warga di Jl. Barukang Utara RT/RW. 003/005, Kel. Cambaya, Kec. Ujung Tanah, Kota Makassar. dirawat sejak 31 Mei 2020 dengan diagnosa Positif Covid-19 + Tumor Otak.

Kapolsek Mamajang Kompol Daryanto

Sekitar pukul 19.45 wita, bantuan pengamanan dari Sat Brimob berjumlah sekitar 40 orang tiba di lokasi, pukul 20.00 Wita, keluarga pasien berjumlah sekitar 100 ( Seratus ) orang tiba di RS Dadi Ingin mengambil Paksa jasad pasien Covid-19 yang berada di kamar jenazah.

Situasi dapat di kendalikan setelah, Tiem Gabungan dari polrestabes Makassar tiba di lokasi sekitar pukul 20:20 Wita, mengamankan 3 orang yang diduga memprovokasi keluarga jenazah Covid-19.

Ke 3 orang yang amankan Polisi itu:
bahar (37) Warga Jl Cambayya. Nawir (35) warga jln barukang cambayya dan Kamaruddin dg. Nai, buruh yang juga warga Barukang Cambayya Makassar.

Kapolsek Mamajang Kompol Daryanto yang pimpin langsung pengamanan TNI/Polri dan Satpol PP mengatakan situasi dapat diamankan setelah 3 orang yang diduga pemicu kebutan kita amankan dan memberi pemahaman ke pihak keluarga jenazah.

” Usai proses pemulasaran jenazah sesuai standar WHO, sekitar pukul 22.40 wita, tim gugus tugas membawa jenazah ke pekuburan Macanda Samata Kab. Gowa untuk dimakamkan,” ujar Kompol Daryanto ke Newsulsel.com via telepon.

Kabid Humas Polda Sulsel kombes pol Ibrahim tompo mengatakan. Kita tidak akan membiarkan tindakan dan aksi penjemputan paksa jenazah yang terpapar covid ini terjadi lagi. Maka itu kita siapkan personil pengamanan berlapis, dan berkoordinasi denganTNI juga tim gugus, akan tindak tegas, mereka yang hendak ambil paksa jenazah Covid-19.

“Sebab Hal tersebut selain berbahaya buat masyarakat luas juga di perlukan sebagai edukasi buat masyarakat agar kita bisa melindungi kepentingan masyarakat umum lebih luas,” pungkas Kabid Humas Polda Sulsel…(Wr/Ns.c).

Lp. Hum PS
Editor. Andi PW